PENGUATAN KETERAMPILAN PENGEMBANGAN PRODUK HIJAB MELALUI PELATIHAN SASHIKO PADA KOMUNITAS SALIMAH BAMBANGLIPURO

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan menghias hijab dengan teknik sashiko diselenggarakan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), bagi anggota Komunitas Salimah Bambanglipuro, Bantul. Pelatihan yang diikuti oleh 20 peserta ini difokuskan pada penguatan keterampilan vokasional perempuan melalui pemanfaatan teknik sulam tradisional Jepang sebagai inovasi dekorasi hijab yang memiliki nilai estetika sekaligus peluang peningkatan nilai ekonomi produk UMKM.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen UNY dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan kesempatan belajar sepanjang hayat yang inklusif, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas masyarakat. Komunitas Salimah Bambanglipuro sendiri memiliki UMKM Bali's Hijab yang sempat mengalami penurunan aktivitas produksi. Melalui pelatihan ini, diharapkan muncul inovasi produk yang mampu mendukung proses reaktivasi UMKM tersebut sejalan dengan visi Salimah sebagai organisasi perempuan yang berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan, anak, dan keluarga Indonesia.

Kegiatan dilaksanakan di Kantor Komunitas Salimah Bambanglipuro yang berlokasi di Bantul dengan diawali pembukaan acara oleh Ketua Tim PkM, Putri Marganing Utami, S.Pd., M.Pd., bersama Eriana Nur Fahmayani, S.Pd.T., M.Pd. selaku perwakilan Komunitas Salimah. Pada sesi awal, narasumber menyampaikan materi melalui presentasi mengenai sejarah teknik sashiko, filosofi mottainai dalam pemanfaatan tekstil berkelanjutan yang sejalan dengan nilai-nilai islam, serta berbagai contoh penerapan sashiko pada produk hijab. Materi tersebut menjadi dasar pemahaman peserta sebelum memasuki sesi praktik. Metode pelatihan dirancang secara bertahap agar peserta memperoleh pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis. Setelah sesi ceramah dan diskusi bersama dosen, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi teknik dasar tusuk sashiko. Peserta kemudian dibagi menjadi empat kelompok sesuai variasi motif yang dipelajari dan didampingi secara intensif oleh empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana selama proses penyulaman hingga penyelesaian produk.

  

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sebagian besar peserta mampu menyelesaikan hiasan sashiko pada hijab hingga menghasilkan produk yang rapi dan menarik selama pelatihan berlangsung. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan kondusif, bahkan peserta tetap bersemangat berlatih hingga mendekati akhir kegiatan karena tertarik untuk menyempurnakan hasil sulaman mereka. Selain menjadi aktivitas yang produktif, keterampilan sashiko juga dinilai berpotensi menjadi alternatif kegiatan harian yang menghasilkan produk bernilai estetika dan memiliki peluang ekonomi.

Melalui kegiatan ini, tim PkM berharap keterampilan yang telah diperoleh peserta dapat menjadi langkah awal dalam mendukung kebangkitan kembali UMKM Bali's Hijab. Pengembangan motif sashiko diharapkan mampu menjadi identitas baru bagi produk hijab yang dihasilkan komunitas sehingga memiliki karakter dengan kearifan lokal, nilai tambah yang lebih tinggi, serta daya saing yang lebih baik di pasaran. Sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas masyarakat diharapkan terus berlanjut sebagai upaya pemberdayaan perempuan berbasis keterampilan vokasional dan inovasi produk lokal.