Fakultas Teknik Kampus Karangmalang, Yogyakarta, 55281
Bahasa Indonesia
English

Gunung Kidul – Program Studi Pendidikan Tata Busana terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu dan keterampilan di bidang fashion. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Padukuhan Gemulung melalui Pelatihan Inovasi Desain dan Produksi Ecoprint Berbasis Potensi Lokal.” Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Padukuhan Gemulung dalam memanfaatkan potensi lingkungan sekitar menjadi produk kreatif yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi. Ecoprint dipilih karena teknik ini memungkinkan pemanfaatan berbagai jenis daun dan tanaman lokal sebagai sumber motif dan warna alami pada kain.
Kegiatan PkM dilaksanakan oleh Dr. Dian Retnasari, S.Pd., M.Pd., bersama Ferina Suci Adiningtyas, S.Pd., M.Pd. dan Yosi Rizal, M.Pd., dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana sebagai bagian dari tim pelaksana. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam kegiatan ini karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar ecoprint, pemilihan bahan dan tumbuhan yang berpotensi menghasilkan motif, teknik penataan daun pada kain, proses pengikatan, hingga tahapan produksi ecoprint. Peserta juga diajak melakukan eksplorasi desain agar hasil ecoprint tidak hanya memiliki karakter alami, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang menarik dan memiliki peluang untuk dipasarkan.
Pemanfaatan potensi lokal menjadi salah satu aspek utama dalam kegiatan ini. Lingkungan sekitar Padukuhan Gemulung memiliki berbagai jenis tumbuhan yang dapat dieksplorasi sebagai sumber motif ecoprint. Melalui pelatihan, masyarakat didorong untuk lebih kreatif dalam mengenali dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka.Pendekatan tersebut sekaligus memperkenalkan konsep produksi yang lebih ramah lingkungan. Pemanfaatan material alami sebagai sumber motif menjadi salah satu alternatif dalam pengembangan produk fashion berkelanjutan (sustainable fashion).
Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Proses pelatihan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi lebih banyak melalui demonstrasi dan praktik secara langsung. Dengan demikian, peserta dapat memahami setiap tahapan produksi sekaligus melihat secara langsung perubahan material hingga menjadi kain dengan motif ecoprint. Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam memanfaatkan tanaman yang selama ini mudah dijumpai di lingkungan sekitar.“Selama ini kami melihat daun hanya sebagai bagian dari tanaman di sekitar rumah. Setelah mengikuti pelatihan ini, ternyata daun-daun tersebut bisa dimanfaatkan untuk membuat motif yang cantik pada kain. Kami jadi tertarik untuk mencoba membuat sendiri dan mengembangkannya menjadi produk yang bisa dijual.” Peserta lainnya juga mengungkapkan ketertarikannya untuk mengembangkan keterampilan yang diperoleh setelah pelatihan. “Pelatihannya menarik karena langsung praktik. Kami jadi tahu bagaimana memilih daun, menyusun daun di atas kain, sampai proses menghasilkan motifnya. Hasil setiap orang juga berbeda sehingga membuat kami ingin terus mencoba desain lainnya.”

Selain keterampilan teknis, pelatihan juga diarahkan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan desain dan produk ecoprint. Peserta tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lembaran kain, tetapi juga diperkenalkan pada peluang pengembangan kain ecoprint menjadi produk fashion dan produk kriya yang memiliki nilai tambah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi masyarakat Padukuhan Gemulung untuk mengembangkan ecoprint sebagai salah satu aktivitas produktif berbasis potensi lokal. Dengan keterampilan yang telah diperoleh, masyarakat dapat melakukan eksplorasi secara mandiri terhadap berbagai jenis tanaman, komposisi motif, warna, maupun bentuk produk. Bagi Program Studi Pendidikan Tata Busana, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mentransformasikan pengetahuan dan keterampilan bidang tata busana kepada masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat keterhubungan antara pendidikan, pengembangan keterampilan, inovasi produk fashion, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, dan masyarakat, kegiatan PkM ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan berupa peningkatan keterampilan, kreativitas, serta peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Ecoprint tidak hanya menjadi sebuah teknik dekorasi tekstil, tetapi juga dapat menjadi media untuk mengembangkan produk kreatif yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi Program Studi Pendidikan Tata Busana dalam mengembangkan inovasi fashion berkelanjutan sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.

Fakultas Teknik Kampus Karangmalang, Yogyakarta, 55281
Copyright © 2026,