PEMBERDAYAAN SEKOLAH BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PROGRAM UPCYCLING PAKAIAN DONASI TIDAK LAYAK PAKAI DENGAN TEKNIK SASHIKO
Submitted by admin on Thu, 2026-08-13 13:24
Yogyakarta – Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2026 di Yayasan Sekolah Gajah Wong sebagai upaya memberdayakan komunitas sekolah melalui pengelolaan pakaian donasi yang sudah tidak layak pakai. Kegiatan ini mengusung program upcycling pakaian donasi dengan penerapan teknik Sashiko, yang tidak hanya bertujuan mengurangi limbah tekstil, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan kreativitas komunitas sekolah.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh Prof. Dr. Sri Wening, M.Pd., Ferina Suci Adiningtyas, S.Pd., M.Pd., Putu Diah Ari Kusumadewi, M.Pd., dan Julian Prio Dwi Nugroho, M.Pd., bersama beberapa mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai bagian dari tim pelaksana kegiatan.
Program ini secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunitas Sekolah Gajah Wong dalam mengidentifikasi dan mengklasifikasikan pakaian donasi berdasarkan tingkat kelayakan pakai, sekaligus meningkatkan keterampilan dalam melakukan reparasi dan upcycling pakaian menggunakan teknik Sashiko. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas komunitas agar mampu melanjutkan praktik pengelolaan dan pemanfaatan pakaian donasi secara mandiri.

Pelaksanaan kegiatan dirancang secara partisipatif dan sistematis, dengan menempatkan mitra sebagai subjek aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Pendekatan tersebut difokuskan pada transfer keterampilan, penerapan teknologi tepat guna, serta penguatan kapasitas komunitas agar program dapat terus dikembangkan secara mandiri. Mengingat Sekolah Gajah Wong merupakan sekolah berbasis komunitas yang bergerak pada bidang sosial dan pendidikan serta termasuk dalam kategori non-ekonomi produktif, kegiatan difokuskan pada aspek sosial kemasyarakatan dan pendidikan keterampilan berbasis komunitas.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang saling berkesinambungan, meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan program. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan pakaian donasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung dalam memperbaiki dan memperindah pakaian yang telah rusak atau aus menggunakan teknik Sashiko.


Selama pelaksanaan kegiatan di Yayasan Sekolah Gajah Wong, tidak terdapat kendala atau hambatan yang berarti. Koordinasi dengan para voluntir dan wali murid sebagai peserta kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Komunikasi serta kerja sama selama proses pelatihan Sashiko juga berlangsung secara efektif.
Antusiasme para wali murid dan voluntir terlihat selama mengikuti penyampaian materi maupun praktik. Peserta mampu mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan baik dan berpartisipasi aktif dalam proses pembuatan Sashiko. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh keterampilan baru untuk memperbaiki pakaian yang robek atau aus sehingga dapat digunakan kembali, sekaligus memberikan sentuhan dekoratif yang menjadikan Sashiko sebagai elemen hias pada pakaian.
Penerapan teknik Sashiko memberikan nilai tambah pada pakaian yang sebelumnya dianggap tidak layak pakai. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pakaian yang rusak tidak selalu harus berakhir sebagai limbah, tetapi dapat diperbaiki, dimanfaatkan kembali, dan dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai estetika. Dengan demikian, program upcycling ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mengurangi limbah tekstil sekaligus menumbuhkan kesadaran dan praktik keberlanjutan di lingkungan sekolah berbasis komunitas.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, diharapkan komunitas Sekolah Gajah Wong dapat terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh dan menerapkan praktik pengelolaan pakaian donasi secara mandiri. Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, pengembangan keterampilan berbasis komunitas, serta penerapan gaya hidup yang lebih berkelanjutan melalui pemanfaatan kembali pakaian yang sudah tidak layak pakai.
