Mahasiswa PLK UNY Ajak Warga Gentingan Olah Kain Perca Menjadi Produk Bernilai Jual yang Ramah Lingkungan
Submitted by admin on Fri, 2026-06-05 13:18
SLEMAN – Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam Tim PLK Sahakti Mengabdi mengadakan workshop kerajinan dari kain perca bagi ibu-ibu Dusun Gentingan, Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, pada Jumat (24/4/2026). Kegiatan yang berlangsung selepas salat Isya di rumah Ketua RT 04 tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan limbah konveksi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) UNY yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar sekaligus mengabdi secara langsung di tengah masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan warga.
Workshop Kerajinan dari kain perca dipilih karena melihat potensi limbah tekstil yang masih dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Dalam pelaksanaannya, peserta diajak mengenal teknik dasar menjahit dan merangkai ornamen sederhana untuk menghasilkan bros pita yang menarik dan memiliki nilai jual. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta yang mengikuti pelatihan sambil berbagi pengalaman dalam suasana yang hangat dan akrab.
Tim PLK Sahakti Mengabdi UNY sendiri beranggotakan 10 mahasiswa yang diketuai oleh Muhammad Ghozi dengan Anggota tim terdiri atas Azkiya Nasywa Kamila, Nurmalia, Safa Nur Khalisa, Baharudin Yusuf, Zahfira Ulin Nuha, Nadhifa MuftiSany Hidayat, Shendy Shaka R.A., Anindia Nuzul Oktaviani, dan Mahmud Khanif Mudzaki. Sebagian besar anggota Tim Sahakti Mengabdi berasal dari program studi kependidikan di UNY yang memiliki latar belakang keilmuan beragam sehingga mampu berkolaborasi dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Kegiatan PLK ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ir. Susilo Romadhon, S.Kom., M.Cs., yang memberikan arahan dan pendampingan selama pelaksanaan program di masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada keterampilan produksi, mahasiswa juga memberikan pengenalan dasar mengenai kewirausahaan. Peserta memperoleh materi tentang cara menghitung harga pokok produksi (HPP), kebutuhan modal, hingga perhitungan keuntungan dan kerugian. Dengan bekal tersebut, diharapkan produk yang dihasilkan tidak berhenti sebagai hasil pelatihan semata, tetapi dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.

Penanggung jawab program kerja (PIC) workshop kerajinan dari kain perca, Azkiya Nasywa Kamila, mahasiswi Program Studi Pendidikan Tata Busana UNY, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat.
“Program ini bertujuan untuk membekali para ibu di Dusun Gentingan dengan keterampilan menjahit, khususnya dalam pemanfaatan limbah kain perca menjadi aksesoris bros pita yang bernilai jual dan menarik. Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat tercipta produk berkualitas yang siap dipasarkan sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk merintis usaha mikro (UMKM),” ujar Azkiya.
Melalui workshop ini, peserta berhasil menghasilkan berbagai prototipe bros pita yang siap dipasarkan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi tumbuhnya UMKM berbasis pengolahan limbah tekstil di Dusun Gentingan. Dengan memanfaatkan bahan yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai, masyarakat memiliki peluang untuk menciptakan produk kreatif yang bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.
